Senin, 11 Juni 2012
Analisis Laporan Keuangan
AKUNTANSI INTERNASIONAL
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN INTERNASIONAL
Kelompok 6 :
Ade Syifa F. Dewi (21208473)
Akmal Sultoni (20208081)
Septiana Samsul (21208459)
Sri Wahyuni (21208194)
Wida Nur Safitri (21208406)
UNIVERSITAS GUNADARMA
2012
Laporan Keuangan Akuntansi Internasional
Analisa laporan keuangan merupakan proses yang penuh pertimbangan dalam
rangka membantu mengevalusi posisi keuangan dan hasil operasi perusahaan
pada masa sekarang dan masa lalu, dengan tujuan untuk menentukan
estimasi dan prediksi yang paling mungkin mengenai kondisi dan kinerja
perusahaan pada masa mendatang. Analisa laporan keuangan sebenarnya
banyak sekali namun pada penelitian kali ini penulis menggunakan analisa
rasio keuangan karena analisa ini lebih sering digunakan dan lebih
sederhana.
Tujuan analisis keuangan adalah untuk mengevaluasi kinerja perusahaan
pada masa kini dan masa lalu dan untuk menilai apakah kinerjanya dapat
dipertahankan. Analisa rasio mencakup mencakup perbandingan rasio antara
suatu perusahaan dengan perusahaan lain dalam industri yang sama,
perbandingan rasio suatu perusahaan antar waktu atau dengan periode
fiskal yang lain, dan perbandingan rasio terhadap beberapa acuan yang
baku. Analisis ini memberikan masukan terhadap derajat perbandingan dan
relatif pentingnya pos-pos laporan keuangan dan dapat membantu dalam
mengevaluasi efektifitas kebijakan operasi, investasi, pendanaan dan
retensi laba yang diambil manajemen.
Analisis arus kas berfokus kepada laporan arus kas arus kas, yang
memberikan informasi mengenai arus kas masuk dan arus kas keluar
perusahaan, yang diklasifikasikan menjadi aktifitas operasi, investasi
dan pendanaan, serta pengungkapan mengenai aktivitas investasi dan
pendanaan non kas secara periodik. Para analis dapat menggunakan analis
arus kas untuk menjawab banyak pertanyaan mengenai kinerja dan manajemen
perusahaan.
Analisis Rasio
Sejumlah bukti yang kuat menunjukan adanya perbedaan besar antar negara.
dalam profitabilitas, pengungkit, dan rasio serta jumlah laporan
keuangan lainnya yang berasal dari faktor akuntansi dan non akuntansi
Analisis Arus Kas
Laporan arus kas yang sangat mendetail diwajibkan menurut GAAP AS, GAAP
Inggris, IFRS, dan standar akuntansi disejumlah negara yang jumlahnya
semakin bertambah. Ukuran-ukuran yang berkaitan dengan arus kas sangat
bermanfaat khususnya dalam analisis internasional karena tidak terlalu
dipengaruhi oleh perbedaan prinsip akuntansi, bila dibandingkan dengan
ukuran-ukuran berbasis laba. Apabila laporan arus kas tidak disajikan,
seringkali ditemukan kesulitan untuk menghitung arus kas dari operasi
dan ukuran arus kas lainnya dengan menyesuaikan laba berbasis akrual
Mekanisme untuk mengatasinya
Sekelompok prinsip yang diakui secara internasional, atau sesuai dengan
dasar lain yang lebih umum. Algoritma penyajian ulang yang relatif
sederhana cukup efektif untuk digunakan. Algoritma penyajian ulang hanya
berfokus pada empat perbedaan prinsip akuntansi yaitu :
1.Asumsi biaya persediaan
2.Metode depresiasi
3.Bonus terhadap direksi dan auditor wajib
4.Pajak tangguhan dan cadangan pajak khusus
Analis Prospektif Internasional
Analis prospektif mencakup tahap peramalan dan penilaian. Ketika
melakukan peramalan para analis membuat ramalan mengenai prospek
perusahaan secara eksplisit berdasarkan strategi usaha, catatan
akuntansi, dan analis keuangan.
Ketika melakukan penilaian analis mengubah ramalan kuantitatif menjadi
suatu estimasi nilai perusahaan. Penilaian digunakan secara implisit
maupun eksplisit dalam banyak keputusan usaha. Sebagai contoh, penilaian
merupakan dasar rekomendasi investasi yang diberikan oleh analis
equitas. Ketika menganalis kemungkinan merger, calon pembeli akan
mengestimasi nilai perusahaan yang menjadi target. Terdapat banyak
pendekatan penilaian yang berbeda digunakan dalam praktik, mulai dari
analis arus kas terdiskonto hingga teknik yang lebih sederhana yang
berdasarkan perkalian berbasis harga.
Isu Lebih Lanjut
Keempat tahap analis usaha (analis usaha, akuntansi, keuangan dan
prospektif) dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut ini :
1. Akses informasi,
2. Ketepatan waktu informasi,
3. Hambatan bahasa dan terminologi,
4. Masalah mata uang asing,
5.perbedaan dalam jenis dan format laporan keuangan
Akses Informasi
Sumber informasi yang berharga yaitu
1. Publikasi pemerintah,
2. Organisasi riset ekonomi,
3. Organisasi internasional seperti perserikatan bangsa-bangsa,
4. Organisasi akuntansi, audit dan pasar surat berharga.
Ketepatan waktu informasi
Ketepatan waktu laporan keuangan, laporan tahunan, laporan kepada pihak
regulator, dan siaran pers yang menyangkut laporan akuntansi berbeda
ditiap negara. Pelaporan tiap kuartal merupakan praktek yang lazim
dilakukan di Amerika Serikat, sedangkan ditempat lain masih jarang
dilakukan. Jangka waktu pelaporan keuangan juga dapat diestimasi dengan
membandingkan akhir tahun fiskal sebuah perusahaan dengan tanggal
laporan audinya. Tanggal terakhir ini dianggap sebagai tanggal indikasi
kapan informasi keuangan perusahaan pertama kali tersedia untuk
masyarakat umum.
Perbedaan bentuk dan isi laporan keuangan
Bentuk dan isi laporan keuangan belum ada keseragaman diantara
perusahaan-perusahaan industri maupun perdagangan, sehingga klasifikasi
dari akun-akun suatu perusahaan akan berbeda-beda dengan perusahaan yang
lain. Perbedaan ini mungkin disebabkan karena:
a. Laporan tersebut disesuaikan dengan tekanan atau tujuan manajemen
atau maksud penggunaan laporan tersebut.
b. Perbedaan pendapat diantara mereka yang menyusun laporan tersebut.
c. Perbedaan pengetahuan dan pengalaman daripada akuntan yang menyusun
laporan.
d. Adanya kegagalan untuk mengetrapkan sebutan-sebutan ataupun
klasifikasi yang terbaru yang diterima umum atau lazim digunakan.
Perbedaan antar negara dengan kualitas pengukuran akuntansi,
pengungkapan dan audit sangat dramatis. Karakteristik nasional yang
menyebabkan perbedaan ini mencakup praktik yang diwajibkan dan diterima
secara umum, pengawasan dan penegakan aturan, dan ruang lingkup diskresi
manajemen atas pelaporan keuangan.
Beberapa pendekatan digunakan oleh para pengguna laporan keuangan untuk
mengatasi perbedaan prinsip akuntansi lintas negara. Beberapa analis
menyajikan ulang ukuran akuntansi asing menurut sekelompok prinsip yang
diakui secara Internasional, atau sesuai dengan dasar sekelompok prinsip
yang diakui secara internasional, atau sesuai dengan dasar yang lenih
umum. Beberapa yang lain mengembangkan pemahaman yang lengkap atas
praktik akuntansi di sekelompok negara tertentu dan membatasi analisis
mereka terhadap perusahaan-perusahaan yang berlokasai di negara-negara
tersebut.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar